Viral, Susu Kemasan Program MBG di Pamekasan Berisi Ulat
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month 17 jam yang lalu

Pamekasan, Opsimedia.com – Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Pamekasan hebohkan siswa SDN Sentol Kecamatan Pademawu Kabupaten setempat.
Kehebohan tersebut viral setelah videonya beredar di media sosial yang menunjukkan susu kemasan merk Tango yang diberikan sebagi paket MBG berisi ulat.
Dalam video yang berdurasi 1 menit 6 detik tersebut terdengar jelas seorang pria melaporkan kepada pengawas MBG yang ada di Pamekasan melalui video yang dibuatnya berkaitan dengan susu MBG berisi ulat.
“Assalamualaikum ijin melaporkan ibu pengawas, ini susu, susunya ini Tango ya, ini untuk MBG hari ini tanggal 14, ijin melaporkan disini ditemukan ada semacam ulatnya ini, ulat kecil yang sedang gerak-gerak ini, ditemukan ini sama anak-anak ini, yang udah dibuang ini”, kata salah seorang seorang pria dalam video itu sambil memvideokan susu yang berisi ulat.
Temuan tersebut diketahui saat siswa hendak mengonsumsi susu yang telah dibagikan di lingkungan sekolah. Kejadian itu langsung mendapat perhatian guru dan pihak sekolah untuk memastikan keamanan makanan serta minuman yang diberikan kepada siswa.
Pihak sekolah segera melakukan pengecekan terhadap susu kemasan lainnya dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, para siswa diminta untuk tidak mengonsumsi susu yang diduga bermasalah hingga ada tindak lanjut lebih lanjut.
Hingga Kamis, 16 April 2026, Satgas MBG Kabupaten Pamekasan belum memberikan tanggapan resmi terkait video viral itu.
Sementara itu, Kepala Gudang Distributor susu OT Tango, Hendra, saat dikonfirmasi mengaku bingung dengan video itu, apakah susu produk perusahaannya atau bukan.
“Susunya tidak jelas apakah benar produk kami atau bukan, karena tidak diperlihatkan proses membuka dan menuangnya,” ujarnya.
Hendra menambahkan, stok susu OT Tanggo di gudangnya sudah kosong sejak awal April 2026, ia menjelaskan langsung mendistribusikan saat barangnya datang, ia bahkan menduga adanya kasus seperti itu disebabkan adanya kebocoran kemasan.
“Hampir sebulan stok kosong, begitu barang datang langsung kami distribusikan, kasus ini mungkin saja bocor dan mungkin dapur MBG tetap menyalurkan,” tegasnya. (Hor95)
- Penulis: OPSI MEDIA
