Nasehat Sulthon Amien di Malam Pernikahan Tasya dan Adif Sumenep
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month 12 jam yang lalu

SUMENEP, OPSIMEDIA.COM – Dr. Sulthon Amien, MM Wakil Ketua PWM Jawa Timur mengisi khotbah pernikahan putri pertama Bapak Abu Bakar, Sekretaris PDM Sumenep (Tasya dan Adif) yang berlangsung di Graha Wicaksana Abdi Negara (KORPRI) Sumenep. Minggu (04/10/2026).
Sulton Amien membuka tausyiahnya dengan memaparkan salah satu hasil penelitian tentang membangun keluarga atau rumah tangga yang dilakukan oleh seorang peneliti di New York.
Dalam penelitian itu ahli berpendapat, bahwa ada 3 macam keluarga yang sudah lama berkeluarga yaitu 1. Keluarga itu bahagia dan harmonis, 2. Keluarga itu tidak merasakan keharmonisan tetapi tidak mau berpisah, 3. Rumah tangga yang benar-benar berantakan.
“Intisari dari yang pertama adalah keluarga itu dibangun dengan cinta, kasih sayang, kerelaan hati, ketabahan, kesabaran dan tentu dengan kesadaran dalam mengarungi rumah tangga”, jelas Sulthon Amien.

Artinya, dalam perjalanan menjalankan roda keluarga, pasangan yang berkeluarga ini sadar bahwa dirinya sudah berkeluarga sehingga keduanya tidak ada yang berani niko-niko, keluarga ini tergolong dalam keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Selain itu, dalam membangun rumah tangga para pemerhati keluarga itu menyebutkan bahwa ada perjanjian yang terikat antara keduanya, dalam Al-Qur’an perjanjian itu disebutkan Mitsaqan Ghalidza yaitu perjanjian yang sangat kokoh, perjanjian yang sangat kuat dan agung.
“Sehingga sangat sulit untuk dilanggar oleh pasangan yang menjalankan roda pernikahannya lillahi ta’ala, berbeda dengan keluarga yang hanya seremonial seperti pada poin 2 yaitu keluarga yang tidak harmonis tetapi tetap bertahan”, papar Sulthon Amien.
Pada dasarnya, semua yang berkeluarga akan mengalami yang namanya cobaan, pasang surut tetapi semuanya tergantung pada tingkat kesabaran dan keikhlasan kita dalam menerima cobaan dari Allah SWT.
“Kalau kita ikhlas dan menganggap cobaan yang datang adalah ujian dari Allah, insyaAllah perjalanan dalam keluarga kita akan Allah permudah, tetapi sebaliknya jika cobaan yang datang langsung saling menyalahkan satu sama lain, maka keharmonisan dalam keluarga itu akan berkurang, maka tak heran jika di dunia termasuk di Indonesia banyak keluarga yang bertahan dengan alasan keturunan atau anak, bahkan tak sedikit yang memilih bercerai berai”, pungkasnya.
Penulis : Horri
- Penulis: OPSI MEDIA
