Pragaan Fair 2026 Resmi Dibuka, Bangkitkan Ekonomi dan Lestarikan Budaya
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month 21 jam yang lalu

Sumenep, Opsimedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Madura Jawa Timur secara resmi membuka Pragaan Fair 2026 dan Parade Tong Tong Serek yang menjadi bagian dari Kalender Event Kabupaten setempat.
Pembukaan berlangsung di Lapangan Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Minggu (26/7) malam, ditandai dengan santunan kepada anak yatim serta pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.
Acara pembukaan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pragaan, kepala desa, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, S.IP., M.Si., mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Pragaan Fair dan Parade Tong Tong Serek 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Camat Pragaan beserta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, seluruh panitia, komunitas, peserta fair, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya saat memberikan sambutan.
Menurut Joko, Pragaan Fair bukan sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat, melainkan wadah untuk memperkenalkan potensi desa, menggerakkan perekonomian melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkenalkan potensi desa, menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui UMKM, mempererat kebersamaan, sekaligus melestarikan budaya dan adat yang telah menjadi identitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Parade Tong Tong Serek menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Pragaan dalam menjaga dan merawat warisan budaya lokal. Karena itu, Pemkab Sumenep menetapkan kegiatan tersebut sebagai salah satu agenda resmi dalam Kalender Event Kabupaten Sumenep Tahun 2026.
“Parade Tong Tong Serek menunjukkan komitmen masyarakat Pragaan dalam menjaga warisan budaya dan identitas daerah. Karena itu, kegiatan ini telah menjadi bagian dari Kalender Event Kabupaten Sumenep sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi lokal,” tuturnya.
Joko juga mengajak masyarakat menjadikan Pragaan Fair sebagai momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah dan memberikan ruang kepada generasi muda agar bangga terhadap kesenian tradisional.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk terus mencintai budaya sendiri, memberi ruang kepada generasi muda agar bangga terhadap kesenian tradisional, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap seluruh masyarakat turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
“Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pragaan Indra Hernawan mengatakan penyelenggaraan Pragaan Fair memiliki sejumlah tujuan utama, yakni melestarikan kesenian lokal Tong Tong Serek, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta mempromosikan produk unggulan dan potensi desa di wilayah Kecamatan Pragaan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan kesenian lokal Tong Tong Serek, menumbuhkan ekonomi masyarakat terutama melalui UMKM, serta mempromosikan produk unggulan dan potensi desa yang dimiliki Kecamatan Pragaan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari paguyuban musik Tong Tong Serek, paguyuban musik daul, kelompok banjari, pemerintah desa se-Kecamatan Pragaan, pelaku UMKM, hingga paguyuban pencak silat.
Menurut Indra, penyelenggaraan Pragaan Fair 2026 didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), BUMN, BUMD, instansi pemerintah di Kecamatan Pragaan, serta sektor swasta.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan Pragaan Fair dan Festival Tong Tong Serek Tahun 2026 sehingga kegiatan ini mampu memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (Soni/Redaksi)
- Penulis: OPSI MEDIA
