Pemdes Karduluk Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran HUT RI
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month 5 jam yang lalu

SUMENEP, Opsimedia.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Karduluk menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung dengan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, H. Eksan; Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq; perangkat desa; Badan Permusyawaratan Desa (BPD); pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP); Badan Usaha Milik Desa (Bumdes); kader PKK; bidan desa; serta tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan tahlil yang ditujukan untuk para pejuang kemerdekaan, pembacaan sholawat Nabi, sambutan, dan penutup.
Dalam sambutannya, H. Eksan mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar, termasuk peran para ulama dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
“Indonesia merdeka bukan tiba-tiba merdeka, tetapi melalui perjuangan. Ada campur tangan para ulama yang turut serta berjuang di dalamnya, seperti muassis NU KH. Hasyim Asy’ari yang sampai saat ini sejarahnya terus dikenang oleh kita semua,” ungkap anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB.
Pada momentum peringatan HUT RI tersebut, H. Eksan juga mengajak seluruh perangkat desa dan undangan untuk mendoakan para pejuang kemerdekaan yang telah gugur.
“Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada semua perangkat untuk mendoakan para pejuang kemerdekaan yang telah mendahului kita, sekalipun sebatas membaca Surat Yasin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karduluk Ahmad Faruq mengatakan, kegiatan tasyakuran kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi merupakan agenda tahunan yang digelar Pemdes Karduluk. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita kepada NKRI sekaligus merefleksikan bagaimana perjuangan para pahlawan dahulu dalam merebut kemerdekaan,” tegasnya.
Menurut Faruq, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan bagi umat Islam.
“Oleh karena itu, bertepatan dengan bulan Maulid yang sekaligus berdekatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, kita patut bersyukur dan mengenang jasa para pahlawan, utamanya para syuhada yang ikut berjasa, tentu dengan meneladani nilai-nilai Islam,” pungkasnya. (Hor95)
- Penulis: OPSI MEDIA
