Breaking News
light_mode

Jangan Salah Arah, Pemdes Paseyan Justru Ambil Langkah Solutif

  • account_circle Moch Thoriqil Akmal B, S.H
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026

Opini, Opsimedia.com – Polemik jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Tase’an dan Lembung di Desa Paseyan, Kabupaten Sampang, belakangan menjadi perbincangan hangat. Di tengah derasnya sorotan, satu hal yang patut dijaga adalah keadilan dalam menilai: apakah benar pemerintah desa layak menjadi pihak yang paling disalahkan?

Mari kita luruskan sejak awal. Jembatan tersebut bukanlah proyek pemerintah desa. Ia lahir dari semangat swadaya masyarakat sebuah tradisi luhur yang selama ini menjadi kekuatan desa-desa di Madura. Warga bergerak, membangun, dan menghadirkan solusi atas kebutuhan mereka sendiri.

Fakta ini penting, bukan untuk menghindarkan pemerintah desa dari tanggung jawab, tetapi untuk menempatkan persoalan pada proporsinya.
Jika sejak awal pembangunan tidak melibatkan pemerintah desa, maka menjadi tidak adil ketika kerusakan yang terjadi sepenuhnya dibebankan kepada mereka. Logika sederhana ini seringkali tenggelam di tengah emosi publik yang terlanjur mencari pihak untuk disalahkan.

Namun menariknya, Pemerintah Desa Paseyan tidak memilih jalan mudah dengan berlindung di balik fakta tersebut. Mereka tidak berkata, “itu bukan urusan kami.” Sebaliknya, pemerintah desa justru menjadikan polemik ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki perencanaan pembangunan ke depan.

Sikap seperti ini menunjukkan kedewasaan dalam tata kelola pemerintahan desa.
Pemerintah desa memahami bahwa, terlepas dari siapa yang membangun, jembatan tersebut kini telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Ia bukan lagi sekadar konstruksi swadaya, tetapi telah berubah menjadi infrastruktur sosial yang menyangkut kepentingan banyak orang.

Karena itu, langkah untuk memasukkan kebutuhan infrastruktur seperti ini ke dalam skala prioritas pembangunan adalah keputusan yang patut diapresiasi.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Menyalahkan pemerintah desa secara sepihak tidak akan mempercepat perbaikan jembatan. Justru yang dibutuhkan adalah kolaborasi sebagaimana semangat awal saat jembatan itu dibangun.

Pemerintah desa memiliki keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun regulasi. Tidak semua kebutuhan bisa langsung dipenuhi, apalagi jika sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan resmi. Di sinilah pentingnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah desa, agar setiap kebutuhan bisa dipetakan dan diprioritaskan secara bersama.

Lebih jauh, polemik ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Masyarakat tetap bisa mempertahankan budaya gotong royong, sementara pemerintah desa hadir sebagai fasilitator yang memastikan pembangunan berjalan lebih terarah, aman, dan berkelanjutan.

Kita juga perlu menghindari kebiasaan reaktif: diam saat kondisi baik, lalu gaduh saat masalah muncul. Pola seperti ini tidak sehat bagi pembangunan desa. Kritik tentu penting, tetapi harus disertai dengan pemahaman yang utuh terhadap konteks.

Pemdes Paseyan telah menunjukkan itikad baik dengan membuka ruang evaluasi dan berkomitmen memprioritaskan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ini adalah langkah awal yang positif, yang seharusnya didukung, bukan justru dilemahkan dengan tudingan yang tidak proporsional.

Pada akhirnya, membangun desa bukanlah tentang mencari siapa yang salah, melainkan tentang bagaimana semua pihak bisa mengambil peran. Pemerintah desa tidak boleh lepas tangan, tetapi masyarakat juga tidak bisa sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab.

Jembatan yang rusak itu memang perlu diperbaiki. Namun yang lebih penting, cara kita memandang persoalan ini juga perlu diperbaiki. Karena dari situlah arah pembangunan desa akan ditentukan: apakah berjalan dengan kebersamaan, atau terus tersendat oleh prasangka.

Dan dalam konteks Paseyan hari ini, bersikap adil terhadap pemerintah desa adalah langkah awal menuju solusi yang lebih bijak.

  • Penulis: Moch Thoriqil Akmal B, S.H

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Dr. Soetomo Surabaya Edukasi Pelajar Lewat Festival Palang Merah Remaja 2025

    Universitas Dr. Soetomo Surabaya Edukasi Pelajar Lewat Festival Palang Merah Remaja 2025

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    Sumenep, Opsimedia.com – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya hari ini menjadi tuan rumah Festival Palang Merah Remaja (PMR) 2025 yang diikuti oleh 1.400 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kota Surabaya. Sabtu (21/6). Acara ini digelar oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unitomo bekerja sama dengan PMI Kota Surabaya. Mengusung tema “Cerdas, Ceria, Berkarakter”, festival […]

  • Poli Urologi RSUD Moh. Anwar Sumenep Beroperasi dan Layani Peserta BPJS

    Poli Urologi RSUD Moh. Anwar Sumenep Beroperasi dan Layani Peserta BPJS

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    SUMENEP, OPSIMEDIA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep membuka Poli Urologi yang dapat dimanfaatkan oleh pasien BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit saluran kemih tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah. Poli Urologi resmi beroperasi sejak 8 Agustus 2026 ditangani langsung oleh dokter spesialis urologi, dr. Yufi Aulia Azmi, […]

  • KOLASE FOTO. Rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai merk "Bintang", "Boss Caffe Latte" dan "Newcastle" yang sama-sama bersarang di Kabupaten Pamekasan yang dibiarkan merajalela bebas beredar. Dan Kepala Kantor Bea Cukai Madura yang baru Novian Dermawan

    Peredaran Rokok Ilegal yang Bersarang di Pamekasan Semakin Merajalela Seiring Pergantian Pimpinan BC Madura

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    Madura, Opsimedia.com – Peredaran rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai yang bersarang di Kabupaten Pamekasan semakin merajalela seiring pergantian pimpinan Bea Cukai Madura yang berkantor di wilayah setempat yang kini dipimpin Novian Dermawan. Rabu (10/9/2025). Berdasarkan yang didapat Jurnalis Indonesia, rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai yang hingga kini dibiarkan merajalela yang ditengarai diproduksi di […]

  • Kuasa Hukum Brian Praneda Pastikan Kliennya Pemilik Sah Tanah dan Penyewa yang Diduga Ingin Menguasai Lahan

    Kuasa Hukum Brian Praneda Pastikan Kliennya Pemilik Sah Tanah dan Penyewa yang Diduga Ingin Menguasai Lahan

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    Jakarta, Opsimedia.com – Sidang lanjutan perkara pidana nomor 227/Pid.B/2025/PN.Jkt.Utr terkait dugaan pemalsuan surat kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 20 Mei 2025. Persidangan yang dijadwalkan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak berjalan sesuai rencana. Sebab ahli yang dimaksud tidak dapat hadir dengan alasan berada di luar kota. […]

  • RSUD Sumenep Berhasil Wujudkan Kenyamanan Bagi Pasien & Pengunjung dengan Ciptakan Lingkungan yang Bersih

    RSUD Sumenep Berhasil Wujudkan Kenyamanan Bagi Pasien & Pengunjung dengan Ciptakan Lingkungan yang Bersih

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    Sumenep, Opsimedia.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang super bersih dengan menerapkan standar kebersihan ekstra demi kenyamanan dan keselamatan pasien serta pengunjung. Minggu (3/8/2025). Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah nyata seperti peningkatan standar kebersihan ruangan, optimalisasi tenaga cleaning service. Bahkan setiap […]

  • Berkah Muharram, KAHMI Guluk-Guluk Gelar Santunan Anak Yatim

    Berkah Muharram, KAHMI Guluk-Guluk Gelar Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle OPSI MEDIA
    • 0Komentar

    Sumenep, Opsimedia.com – Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Guluk-Guluk bersama Yayasan Insan Cita Madura (YIC) menggelar santunan untuk puluhan anak yatim pada peringatan 10 Muharram 1447 H, Minggu (6/7/2024). Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Musola Darul Muttaqin, Bukit Lancaran, Guluk-Guluk. Puluhan anak yatim tampak hadir dan menerima santunan dalam suasana yang hangat dan […]

expand_less