BC Madura dan Satpol-PP Sumenep Hanya Gagah Didepan Kamera Bakar Rokok Ilegal, Takut Tangkap Bandarnya di Pamekasan
- account_circle Opsi Media
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025

KOLASE FOTO. Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan, dan Kepala Satpol-PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi
Sumenep, Opsimedia.com – Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan Kepala Satpol-PP Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terlihat kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal. Rabu (26/11/2025).
Sejumlah pejabat dari Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan jauh-jauh datang ke Kabupaten Sumenep hanya untuk membuat panggung pencitraan bersama Satpol-PP yang dipimpin Wahyu Kurniawan Pribadi. Sementara bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan justru dibiarkan hingga kini.
Bea Cukai Madura dan Satpol PP terlihat gagah di hadapan kamera, seolah menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal saat membakar rokok ilegal di halaman Kantor Pemkab setempat.
Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan, apakah ini benar-benar langkah penegakan hukum atau sekadar panggung pencitraan?. Sementara toko-toko kelontong di Sumenep, bahkan yang berada di pusat kota, masih menjual rokok ilegal berbagai merek dari Pamekasan.
Di toko toko kelontong yang ada di perumahan-perumahan bahkan di seputar lapangan Giling dan toko kelontong di Jalan Raya pun banyak yang menjual rokok ilegal tersusun rapi di etalase, bebas dijual tanpa hambatan.
Warga Sumenep, Sutrisno, mengaku heran melihat fenomena ini para pejabat yang hanya gagah di kamera mencari panggung pencitraan.
“Kalau perlu, Bea Cukai dan Satpol PP Sumenep saya antar setiap hari. Yang dimusnahkan itu rokok ilegal apa cuma bungkusnya?. Kerjanya hanya pencitraan,” sebut Sutrisno, seraya menunjuk toko-toko yang masih menjual rokok ilegal di sekitarnya.
Bahkan Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura menilai aksi yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan dan Satpol-PP Sumenep yang dinahkodai Wahyu Kurniawan Pribadi lelucon yang selalu dipertontonkan didepan kamera.
Ahmadi juga menilai, sejak Kepala Bea Cukai Madura dipimpin oleh Muhammad Syahirul Alim hingga penggantinya Novian Dermawan, kinerjanya soal pemberantasan rokok ilegal nampak hanya pencitraan dan omong kosong. Buktinya, sampai sekarang bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan tidak ada satupun yang ditindak apalagi ditangkap.
“Parahnya. Pemusnahan ini lebih banyak di depan kamera daripada di lapangan. Rokok ilegal masih bebas beredar di toko-toko kelontong se-Kabupaten Sumenep. Baik daratan maupun kepulauan. Bandarnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan malah seakan dipelihara hingga kini,” sebutnya.
- Penulis: Opsi Media
