Ratusan Pendidik Ikuti Senario 2026 UMSura, Bahas Pembelajaran Mendalam hingga Tantangan AI
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month 3 jam yang lalu

SURABAYA, OPSIMEDIA.COM – Ratusan peserta dari kalangan guru, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), dosen, peneliti, hingga pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Seminar Nasional Pendidikan (SENARIO) 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi PPG, Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura), Sabtu (7/11/2026).
Seminar yang berlangsung secara daring tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains UMSura, Achmad Hidayatullah, M.Pd., Ph.D. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik untuk memperkuat profesionalisme guru dalam menghadapi perubahan dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Mengusung tema “Profesionalisme Guru untuk Reformasi Pendidikan: Pembelajaran Mendalam, Inklusif, dan AI yang Bertanggung Jawab”, SENARIO 2026 menyoroti pentingnya transformasi pembelajaran melalui pendekatan yang lebih bermakna, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan ( _artificial intelligence_ ).
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si., dari Universitas Ahmad Dahlan, mengupas materi bertajuk “Penguatan Pembelajaran Mendalam dan Praktik Berbasis Bukti dalam Pendidikan Profesi Guru”. Dalam paparannya, Prof. Dian menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pengalaman belajar yang kontekstual, mendorong kemampuan berpikir kritis, serta membangun pemahaman konseptual peserta didik. Menurutnya, pembelajaran yang berkualitas perlu didukung oleh pendekatan pedagogis yang relevan dan berlandaskan bukti ilmiah.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi guru saat ini, mulai dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, perubahan kebutuhan dunia kerja, ketimpangan fasilitas dan layanan pendidikan, keberagaman kompetensi peserta didik, hingga tingginya beban administrasi. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Sementara itu, narasumber kedua, Muhammad Rokib, M.A., Ph.D., akademisi dari Universitas Negeri Surabaya, menyampaikan materi “Pendidikan Profesi Guru yang Inklusif dan Berkemajuan dalam Perspektif Global”. Rokib menegaskan bahwa pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menghargai keberagaman sosial budaya merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkemajuan. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga kepekaan terhadap perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan latar belakang peserta didik.
Ia turut menekankan pentingnya mempelajari praktik-praktik baik pendidikan dari berbagai negara sebagai bahan refleksi dan pengembangan pendidikan nasional. Namun, penerapan praktik tersebut harus tetap mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan SENARIO 2026, Program Studi PPG UMSura menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi pendidik, diseminasi hasil penelitian, serta pertukaran gagasan dan pengalaman akademik.
Forum ilmiah ini diharapkan dapat mendorong lahirnya guru-guru profesional yang tidak hanya unggul dalam penguasaan materi dan teknologi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan pendidikan yang bermakna, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Dengan mengusung semangat “Guru Kuat, Indonesia Hebat”, SENARIO 2026 memperkuat pesan bahwa kualitas guru merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas. ***
- Penulis: OPSI MEDIA

