Gubernur Jawa Timur Tinjau Langsung Bazar UMKM di Pamekasan
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month Ming, 19 Jul 2026

PAMEKASAN, OPSIMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kali ini, kegiatan pasar murah berlangsung di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Ahad (19/7/2026), dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, seperti daging ayam, gula, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan dapur lainnya, dijual dengan harga di bawah pasaran.
Khofifah mengatakan, pasar murah di Pamekasan tersebut merupakan pelaksanaan ke-84 sepanjang 2026. Program ini menjadi salah satu langkah Pemprov Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan potensi inflasi di daerah.
“Ini pasar murah yang ke-84 tahun 2026. Hari ini, misalnya, di Pamekasan harga daging ayam Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, kita jual Rp32 ribu per kilogram. Minyak Kita harganya di pasar Rp16 ribu, di sini kita jual Rp13 ribu,” kata Khofifah saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah tidak hanya dipusatkan di satu wilayah, tetapi terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Pada dasarnya pasar murah ini sifatnya meluaskan jangkauan kepada masyarakat. Kita siapkan pasar murah untuk semakin terjangkau, stabilisasi harga kita lanjutkan. Ini bagian dari penetrasi kemungkinan terjadinya inflasi,” jelasnya.
Selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemprov Jawa Timur juga berupaya memperkuat daya beli masyarakat melalui program tersebut. Salah satunya dengan melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam setiap pelaksanaan pasar murah.
Khofifah berharap, keterlibatan UKM dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Kita berharap, UKM kita naik kelas. Apa yang memungkinkan mereka naik kelas kalau misalnya ada produk yang bisa kita lakukan kurasi. Kemudian dari proses kurasi ini kita bawa ke misi dagang, biasanya market-nya luas sekali,” ungkapnya.
Mantan Menteri Sosial RI tersebut menambahkan, Pemprov Jawa Timur juga berupaya mengidentifikasi produk-produk lokal potensial yang memiliki peluang bersaing di pasar lebih luas. Namun, sebelum dipasarkan, produk tersebut terlebih dahulu melalui proses kurasi dan pendampingan dari dinas terkait.
Khofifah bahkan mengaku kerap terlibat langsung dalam proses awal pemilihan produk UKM yang dinilai potensial untuk dikembangkan.
“Biasanya ada satu atau dua produk yang kita ambil dan saya sendiri yang jadi testernya. Kemudian nanti ada tim dari Disperindag yang akan melakukan pendampingan. Berikutnya, setiap misi dagang ada pelaku usaha yang kita bawa untuk memperluas dagang dari UKM itu,” pungkasnya.
Melalui program pasar murah tersebut, Pemprov Jawa Timur berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sementara pelaku UKM lokal mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. **
- Penulis: OPSI MEDIA
