Cetak Generasi Qur’ani, Pemkab Pamekasan Gelar MTQ XXXII Tingkat Kabupaten
- account_circle OPSI MEDIA
- calendar_month Sel, 22 Sep 2026

Oplus_16908288
PAMEKASAN, OPSIMEDIA .COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat kabupaten pada 22–24 September 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Pamekasan, Dr. Kholilurrahman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kawasan Monumen Arek Lancor, Selasa (22/9/2026). Pembukaan ditandai dengan penabuhan rebana.
Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman dalam beribadah, tetapi juga merupakan sumber nilai, akhlak, dan tuntunan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Sehingga ketika kami mengadakan kegiatan apa pun yang berhubungan dengan Al-Qur’an, maka di situ terkandung nilai-nilai yang sangat positif, yang akan memajukan kami, yang akan membawa kami kepada kemajuan hakiki,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ harus menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat pada berbagai aktivitas positif, terutama di tengah derasnya pengaruh platform media sosial. Hal tersebut dinilai penting, khususnya bagi generasi muda yang kelak akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa.
“Kita membutuhkan generasi yang bisa kita pola dengan pola yang baik. Dan saya yakin kembali kepada Al-Qur’an dalam segala kehidupan kita, pola kehidupan masyarakat akan menjadi kehidupan yang dinamis,” tandasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, tersebut menambahkan bahwa pemerintah daerah menginginkan tumbuh suburnya generasi Qur’ani di Kabupaten Pamekasan. Dengan demikian, generasi muda diharapkan memiliki bekal nilai keagamaan dan akhlak yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah piala atau prestasi yang diraih para peserta. Lebih dari itu, keberhasilan sejati terletak pada sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ukuran keberhasilan MTQ bukan hanya berapa banyak piala yang berhasil dicapai, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh di dalam keluarga kita, di dalam sekolah kita, di dalam pesantren, di lingkungan dan di dalam kehidupan pemerintahan,” pungkasnya.
- Penulis: OPSI MEDIA
